Yuk ! Tengok Pembuatan “Ico Ugi” di tengah Isu Mahalnya Harga Rokok

24 Agustus 2016 13:07

MAKASSAR,INIKATA.com – Ico Ugi (rokok bugis) memiliki filosofi tersendiri bagi penikmatnya, bahkan telah lekat dengan identitas suku Bugis, Yuk ! kita tengok cara pembuatan rokok tradisional ini di tengah isu melambungnya harga rokok kretek.

Di Jalan Tinumbu lorong 142 Makassar, ada sebuah usaha rumahan pabrik ico ugi. Dialah Hj Saide sang pemilik. Namun sayang, dia baru saja menghadap sang pencipta tepatnya tahun lalu.
Beruntung, masih ada Muhammad Nur, dialah pegawai setia yang mendedikasikan separuh hidupnya bekerja di pabrik tersebut. Dia pun bersedia membeberkan proses pembuatan Ico Ugi yang katanya, susah-susah gampang.

Mula-mulanya kata Nur, terlebih dahulu tembakau dikeringkan di bawah terik matahari. Tembakau keringpun lalu dicampur gula aren (gula merah), setelah itu dimasukkan ke dalam sebuah bambu. Bambu yang digunakan pun tidaklah sembarangan, ini demi mempertahankan cita rasa Ico Ugi yang sejak dulu tidak berkurang sedikitpun, bambu pun hanya berasal dari petani bambu asal Toraja, di dalam bambu ini tembakau harus disimpan, jika tidak, maka tembakau itu akan rusak dan akan sulit untuk dipasarkan.

Tiba lah pada proses terakhir, dimana tembakau harus dipanggang di atas bara api yang berasal dari serbuk kayu hingga 24 jam.

Dimasa kejayaan ico ugi, pabrik bisa memproduksi hingga 560 bambu, masing-masing bambu berukuran setengah meter dengan diameter yang lebar, harganya dibanderol Rp 80 ribu per bambu. ” Dulu kita kirim lewat kapal saat jalur darat belum seperti sekarang,tapi sekarang biasanya datang sendiri itu langganan yang sudah lama ambil disini langsung,” jelas Nur, Rabu (24/8/2016).

Tidak hanya bambu yang harus berasal dari petani Toraja, bahan lainnya seperti tembakau juga berasal dari luar Kota Makassar.  Nur menuturkan, bahan tembakau diambil dari tangan terlatih di desa-desa petani tembakau “Adidie” asal Cabbenge Kabupaten Soppeng. Disanalah petani tembakau bermukim dan telah menjadi mitra bagi usaha pabrik Ico Ugi selama ini. Bahkan hingga kini petani tembakau cabbenge masih memproduksi tanaman tambakau walau jumlahnya sudah tidak seperti dulu lagi.

 
Penulis: Faisal Hamdan