Penari Telanjang Yang Malang, Liukkan Tubuh Demi Si Buah Hati

1 September 2016 17:34

MAKASSAR, INIKATA.com — Memilih kehidupan sebagai penari telanjang merupakan pilihan yang sulit, akan tetapi hal itu terpaksa dilakoni Kana (nama disamarkan) untuk kehidupan anaknya yang baru menginjak usia Empat tahun.

Rabu malam (31/8/2016)  saat penulis menyambanginya di sebuah indekos di jalan Bali, kamarnya berada di lantai dua, ketukan pintu membuatnya terbangun, berselang beberapa menit wajah mungil terlihat dari balik pintu itu, Namanya Kana, dia merupakan warga asal kalimantan yang datang merantau ke Kota Daeng.

Dia lalu menyuruh penulis menunggu beberapa menit, tidak lama dia lalu keluar mengenakan hijab dan pakaian yang tertutup, penulis lalu dipersilahkan masuk, di dalam kamar itu terlihat seorang anak kecil yang sedang tidur pulas.

Perbincangan di mulai dari kisah Kana sewaktu merajut hubungan keluarga bersama seorang pria asal kalimantan, tidak banyak kisah yang dia ceritakannya, sebab rasa sendu dan sedih selalu menghias wajahnya ketika perbincangan itu mulai menyentuh emosionalnya.

Dia berkisah soal perselingkuhan dan kekerasan suami terhadapnya, hingga wanita yang sudah yatim piatu serta anaknya yang masih usia bulanan ini memilih bercerai, disitulah kisah dunia kelamnya dimulai, awalnya dia bertemu seorang mucikari, Parto, begitu nama dia sebutnya, Parto inilah yang menjanjikan pekerjaan terhadapnya, awalnya hanya sebagai penyanyi, dia lalu tertarik, dengan syarat gajinya harus di berikan kepada Parto hingga mencukupi 5 juta rupiah.

Kana tertarik dan mencoba keberuntungan itu, tepat 2013 bulan November kemarin dia lalu beranjak ke Makassar menggunakan Kapal laut, harapan akan kerjaan yang layak terus bersarang dibenaknya, di khayalan itulah yang membuat Kana merasa akan tenang bersama anaknya.

Kota Pare Pare wilayah pertama Kana menginjakkan kakinya di Sulawesi Selatan, dari Pare Pare dia lalu di bawa ke Sidrap, disana dia diperkenalkan oleh seorang pria bernama Yudi, rekan Parto, Hari pertama menjalani Kerjaan Kana kaget dengan aktivitas rekan kerja barunya, miras dan asap tersempul di dalam sebuah ruangan.”Saya merasa lain saat itu, disitulah saya mulai bertanya pekerjaan apa yang akan saya lakukan, tapi saya masih diam”.ungkap Kana sembari tertunduk.

Hari itu masih di bulan Novber 2013, job pertama Kana dimulai, disebuah desa di Tanru Tedong Sidrap, sebelum berangkat dia lalu ditanyai Yudi, baju dan celana harus dibuka dikarenakan permintaan yang empunya hajatan.”jadi tergantung siapa yang panggil kita, kalau dia menyuruh begitu kita harus begitu, awalnya saya nda mau tapi mau diapa saya nda punya keluarga dan hanya sebatang kara disini, mau nda mau harus saya jalani”.katanya.

300 ribu sekali manggung, membuka baju dan celana di hadapan pria hidung belang yang mabuk membuat Kana berang di awal kariernya menjalani job itu, akan tetapi dia tetap sabar, dikarenakan anaknya yang membutuhkan kehidupan layak.”Saya kaget duniaku serasa lain, sebelumnya saya nda pernah jalani hal seperti itu, saya merasa di tipu dan Gajiku diawal tidak diberikan ke saya tapi ke Paro sampai cukup 5 juta baru saya dikasih”.lanjutnya.

Bertahun tahun Kana menjalani kehidupan itu, hingga akhirnya dia memilih hengkang, sebab ulah para pria hidung belang yang kerap memegang bagian Vital, Kana merasa menderita dalam hati selama bertahun tahun, akan tetapi tetap diajalani.”Dsitu saya coba hubungi Parto di tahun 2015, untuk carikan kerjaan lain tapi dia marah, saat itu saya kenal dengan Andi Muhlis, dia lalu mengajak saya ke Makassar”.ungkapnya lagi.

Di Makassar Kana mengaku berkenalan dengan seorang pengusaha asal cina, harapan kembali muncul, dia janji akan dipekerjakan di tempat layak, namun keburukan lagi lagi mendekam pada dirinya, dia dipaksa bekerja di sebuah rumah Bordir dibilangan jalan Nusantara, disanalah Kana kembali mengutuk kehidupan.”Saya mau pulang tapi apa daya saya lagi lagi tidak memiliki tabungan, dan kalau saya kembali ke kampung orang tua saja nda ada, terpaksa saya memilih kembali job itu, sebab kalau kembali ke sidrap rasanya sudah nda mungkin”.jelasnya.

Akan tetapi pekerjaan itulah yang membawa Kana pada sebuah cerita kehidupan yang baru, dia berkenalan dengan seorang pria yang belakangan menjadikan dirinya sebagai Wanita simpanab dan hidupnya di biayai hingga kini.”Saya sudah berhenti, karena pria itu yang suruh saya, dia datang sekali sebulan kesini, dia kerja di Jakarta, saya kenal saat saya jalan ke Mall, awalnya dia kecewa sama saya, tapi mungkin karena sudah ada rasa dia pertahankan saya dan beri kehidupan layak”.katanya. (TIM)