Ini Aplikasi Karya Pemuda , Pantau Hasil Lahan Pertanian Dari Ponsel

28 Oktober 2016 13:36

MAKASSAR,INIKATA.com – Hasil panen tak lagi dihitung berdasarkan timbangan manual, cukup masukkan titik koordinat lahan, serta jenis bibit yang digunakan maka hasil panen akan diketahui.

Kira-kira seperti ini yang dilakukan Sunardi S.Kom, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin, saat penulis menyambangi di kediamannya di BTN Bung Permai E6 No 11, Jalan Bung.

Seulas senyum ceria di wajah pria bertubuh mungil ini sembari mempersilahkan penulis masuk, di hadapan penulis mahasiswa teknik elektro ini terlihat mengutak-atik sebuah aplikasi Google Map di laptop miliknya. Dia pun menunjukkan bagaimana dia bisa mengontrol sebuah ladang persawahan lewat sebuah aplikasi.

Yah benar saja pemuda ini kini tengah berperang dengan caranya sendiri, dia berperang tanpa senjata, tujuannya hanya satu, yakni membebaskan bangsa dari keterbelakangan pacsa kemerdekaan.

Menurutnya, ladang persawahan sudah tidak seperti biasanya, saat ia meng klick salah satu ladang dari aplikasi map itu, maka akan muncul recent update (pemberitahuan) dimana akan tertera hasil lahan, luas lahan dan status lahan itu. Sunardi pun lalu menjelaskan arti dari aplikasi tersebut.” Ladang yang ada sekarang dalam map, hasil dari riset, saya turun langsung ke lapangan mengukur titik koordinat sebuah ladang,” katanya, sembari terus mengotak otak keybord laptopnya.

Dia semakin serius menatap layar laptop dan mulai menjelaskan soal Aplikasi Web yang ia maksud. Katanya, aplikasi itu berasal dari bahasa Pemprograman Hiperteks Processor (PHP), aplikasi ini didukung dengan Global Posisioning Sistem (GPS), GPS inilah yang berperan untuk memasukkan titik koordinat ke dalam aplikasi tersebut.

Selain aplikasi web, Sunardi juga membuat sebuah aplikasi yang berbasis android, aplikasi ini diperuntukkan untuk para petani dalam memasukkan data persawahan mereka, sebab luas lahan hanya akan tergambar dalam map tersebut, jikalau si petani telah menginput data persawahan mereka, serta titik koordinat (Latitude dan Longitude).

“Masukkan data, dia berdiri saja di setiap sudut lahan membawa handphone, di aplikasi itu secara otomatis muncul titik koordinat, tekan Ok, lahan itu langsung tergambar dalam map,” lanjutnya.

Sampai disini, maka secara otomatis pula status lahan akan tertera, saat warna lahan dalam map itu berwarna Hijau, itu menandakan lahan tersebut dalam status Penggarapan, Kuning berarti Panen, Biru berarti Masa Tanam dan Merah Gagal Panen. Status ini tidak akan berjalan jikalau saja si petani tidak meng update status lahannya, melalui aplikasi yang berbasis Sistem Java Android.

“Aplikasi ini sudah dipesan oleh pemprov, saya sudah sering melakukan persentasi disana,” lanjutnya.

Sementara untuk hasil lahan, akan diketahui melalui hasil dari akumulasi luas lahan dan bibit yang digunakan, setelah luas lahan terhitung pasca dimasukkannya titik koordinat tadi, serta data bibit yang ditanam, maka jumlah produksi sudah terlihat di aplikasi. ” Hasilnya bisa dilihat, misalkan perladang, perdesa atau per kabupaten, jadi selain bisa melihat status lahan, pemerintah juga bisa langsung menghitung berapa produksi pertanian Sulsel,” ungkapnya.

Aplikasi ini sudah sudah sampai dalan tahap penginputan, penyelesaiannya sudah 80 persen keberhasilan, sebenarnya aplikasi itu merupakan tugas akhir Sunardi dalam menyelesaikan pendidikannya, akan tetapi telah di lirik oleh pemerintah, Aplikasi ini sendiri di buatnya atas bimbingan Dr. Ir Zahir Zainuddin M.sc.”Beliau yang memiliki ide dan saya merancang dan membuatnya,” tutupnya.
Penulis: Faisal Hamdan