Rupiah “Mata Air” yang Tak Pernah Putus untuk Rakyat

9 Desember 2016 21:54

MAKASSAR,INIKATA.com – Sesekali saya tergoyah jika kembali mendengar museum Bank Indonesia. Pada kesempatan pertama saya tidak berhasil untuk menginjakkan kaki di museum yang terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara itu.

lomba-bi-gambar-museum

foto by fakra

Namun mimpi yang pernah mengayat hati itu seketika menjadi kenyataan kala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel kembali mengajak para Jurnalis Makassar untuk turut serta dalam acara yang bertajuk “Temu Wartawan Daerah BI ” di Jakarta 2 Oktober hingga 5 Oktober lalu.

lomba-bi-suasana-museum

Foto by Fakra

Banyak hal yang saya temukan di sini, selain perjalanan mata uang, sejarah BI yang awalnya adalah De Javashe Bank (DJB) di tahun 1828 setelah sebelumnya juga museum menjadi sebuah RS Binnen Hospital pun dijelaskan di sini, lalu setelah Indonesia merdeka DJB dinasionalisasikan menjadi bank sentral Indonesia (BI).

Ah lagi-lagi saya tertarik dengan cerita wanita berhijab dan berkacamata di samping, dia adalah Delia sang Guide Museum BI yang berbaik hati menghantarkan saya dan kawan lainnya menelusuri bagian demi bagian di museum yang telah diresmikan tahun 2006 ini.

Wanita yang kental dengan logat Jawa ini menyampaikan sangat detil setiap koleksi museum. Suaranya cukup nyaring dan terdengar jelas dengan parabolic speaker yang ia gunakan. Pengunjung termaksud saya merasa sangat terbantu dengan kecanggihan teknologi cyber museum yang kini digunakan, terutama beberapa alat peraga dengan teknologi modern, seperti LCD dan informasi yang menggunakan layar sentuh.

Lewat Cyber museum inilah, perjalanan panjang BI dalam mengelola rupiah sejak periode DJB hingga periode BI bisa disimak.

Nah, untuk tahu jenis-jenis mata uang, kita perlu ke ruang galeri pertama di lantai dua. Koleksi mata uang Indonesia pun bisa dinikmati melalui teknologi hologram. Ternyata jumlahnya cukup banyak dan beragam.

 

uang-kertas-herman-i

uang-kertas-herman-ii

Foto by Fakra

Membayangkan, bagaimana sejarah panjang mata uang hingga menjadi mata uang yang diperhitungkan seperti saat ini. Perjalanannya pun tak pernah lepas dari momen-momen masa penjajahan dan kemerdekaan.

Di museum, ketertarikan saya terpusat pada alat pembayaran yang tidak biasa namun pernah beredar seperti, uang berbahan kain tenun Kerajaan Buton yang terbuat dari sehelai tenunan persegi panjang yang ditenun oleh puteri-puteri istana dan pernah dijadikan sebagai alat tukar, koin-koin emas dan perak berbentuk kotak, uang Dirham, uang Kasha yang menjadi mata uang Kesultanan Banten dan uang dari negara lain yang pernah beredar di Indonesia.lomba-bi-uang-koin

” Sebelum dinamakan rupiah, mata uang di Indonesia sudah ada sejak Kerajaan Mataram Kuno abat ke-8,” demikian Delia menjelaskan.

Masa kependudukan India Belanda kata Delia, adalah masa kali pertama uang kertas digunakan dengan sebutan uang Gulden di tahun 1815 dan mulai ditangani DJB di tahun 1827. Tiba di tahun 1942 mata uang masih dikeluarkan ‘Pemerintah Jepang’ di Indonesia yang berkedudukan kala itu dan diganti menjadi ‘roepiah’ di tahun 1943.

Pun pemerintah memandang perlu mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tapi juga sebagai lambang utama negara. Ironi hingga Indonesia merdeka ternyata kita masih belum memiliki mata uang sendiri. Pasalnya, saat itu masih menggunakan mata uang Hindia Belanda, Jepang dan DJB.

” Barulah di tahun 1946 masa pertama kalinya kita punya uang sendiri dan kemudian dikenal sebagai ‘ Oeang Republik Indonesia (ORI ) “oeang sebagai ejaan lama dari uang ” ,” papar Delia.

Uang ORI pun dicetak pertama kali pada tahun 1946 dan mulai diberlakukan pertama kali di Jawa pada Oktober 1946 dalam bentuk uang kertas dengan 8 pecahan, yaitu bernominal 1 sen, 5 sen, 10 sen, 1/2 rupiah, 1 rupiah, 5 rupiah, 10 rupiah, 100 rupiah.

Namun ada banyak keraguan sebenarnya mengenai tepatnya mata uang ini mulai ada dan dipakai sebagai mata uang resmi. Pasalnya, masa setelah diresmikannya rupiah masih ada satu bentuk mata uang yang sempat dipakai di Indonesia yang dikenal sebagai mata uang RIS. Mata uang ini masuk dalam sejarah perkembangan mata uang Indonesia sebagai pengganti sementara Rupiah.

Akan tetapi, setelah masa RIS berakhir mata uang Indonesia kembali menjadi rupiah, namun tidak ada sumber pasti yang menyebutkan mengenai waktu transisi secara tepat dari mata uang RIS ke mata uang rupiah ini. Setelah masa RIS rupiah mulai dipakai secara umum dan mulai banyak mengalami perkembangan dan penyempurnaan. Sebagai mata uang resmi Indonesia, rupiah kemudian dikeluarkan dan dikontrol oleh Bank Indonesia. Terlebih lagi semenjak BI secara resmi dijadikan bank sentral dan diberi kewenangan penuh untuk mengatur perbankan negara pada 1 Juli 1953. Rupiah kemudian diberi kode atau simbol yang digunakan pada semua pecahan uang kertas dan uang logam berupa Rp dan diakui oleh semua pihak.

Rupiah sudah mengalami banyak sekali masa-masa seiring berkembangnya bangsa kita. Namun pada hakikatnya seluruh mata uang tersebut sebenarnya merupakan sejarah dari rupiah itu sendiri sebagai sebuah mata uang resmi Indonesia. Selain diisi dengan gambar pahlawan dan kebudayaan sudah banyak seri yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengganti, memperbaiki, dan menyempurnakan mata uang kebanggan negara ini. Bagaimana pun, rupiah menjadi ciri khas bangsa ini. Ketika mendengar kata rupiah, hal yang langsung terpikirkan adalah Indonesia, jelas karena rupiah adalah milik Indonesia saja dan tidak ada negara lain yang memiliki rupiah. Sebagai salah satu kebanggaan negara, sudah semestinya rupiah juga dijunjung tinggi.

Oh yah jangan lupa mampir yah ke museum BI di Kota Tua, untuk masuk ke museum pengunjung cukup merogok kocek Rp 5000.lomba-bi-tiket-masukSelain mengenal mata uang, banyak juga koleksi yang lain yang bisa dijumpai, pengunjung juga bisa berfoto di lembar mata uang Indonesia yang juga sudah disediakan oleh pengelola seperti saya heheheheh. Saya pun tak mau ketinggalan mengabadikan setiap koleksi museum, nih hasilnya.

lomba-bi-foto-booth

GB 1 Ruang Transaksi Bank Zaman Dulu

lomba-bi-transaksi

GB 2 Specimen uang yang tersebar di Indonesia

lomba-bi-uang-kertas

Metamorfosa Logo BI Juga Menjadi Sejarah Perjalanan Uang
lomba-bi-logo-bi

 

 

 

Penulis: Fakra Rauf