Budaya GAM Dalam Mempertahankan Era Modernisasi Pengaruh Global

14 Desember 2016 22:51
Budaya GAM Dalam Mempertahankan Era Modernisasi Pengaruh Global

MAKASSAR, INIKATA.com – Ada yang berbeda dengan cara penyajian santap Para Anggota di Markas Gerakan Aktivis Mahasiswa GAM di Makassar ini,Rabu (14/12/2016).

Hidangan yang telah disiapkan sebelumnya oleh para Anggota GAM, Makan Berkumpul Dengan Satu Hidangan Menggunakan Daun Pisang tersebut dengan adab makan dan minum seperti yang di-sunnah-kan oleh Rasulullah SAW dan Bertujuan Untuk Memperkokoh Persaudaraan Mereka dalam satu Organisasi Di Markas GAM Mereka.

Daun pisang menggantikan nampan tempat dihidangkannya makanan tersebut, sehingga makanan tersaji dalam satu tempat kemudian siap disantap tanpa menggunakan alat makan (sendok/garpu) secara duduk bersama sama dan tidak berpencar (berkumpul).

“Ini melambangkan kesetaraan, sehingga tidak ada pembatas/pembeda antara hidangan yang dinikmati oleh Pimpinan Organisasi dengan hidangan yang dinikmati oleh para Sahabat/Jajarannya. Juga membiasakan diri untuk tidak egois dan bisa saling berbagi makanan terutama dengan yang terdekat Atau biasa di sebut Sama Rata,Terbuka dan tidak saling Menyembunyi Agar merperkokoh Persaudaraan Lebih Timbul”,” ujar Panglima GAM, Adhi puto palaza.

Uniknya acara makan bersama ini tidak dipisahkan mana Pimpinan Organisasi dan Mana Jajarannya, Sama-sama duduk dibawah. Dan Budaya ini bertujuan untuk mengakrabkan hubungan, menghilangkan sekat, membina komunikasi, meningkatkan solidaritas, jiwa korsa dan kebersamaan diantara Sesama Kader. Sesuai Dengan Ideologi Persahabatan yang mereka junjung tinggi “SAHABATKU NYAWAKU BUKAN BABUKU DARAHNYA TERTUMPAH HALAL DARAHKU HABIS UNTUKNYA”

Disaat makan bersama tersebut, terlihat suasana yang humanis, hangat, informal yang dinamis dan lebih erat diantara Mereka yang tinggal Terpisah Alias Sendiri Sendiri (Kos Kosan) di Tanah Rantau dalam menempuh Jenjang Pendidikan.

Lanjut, Adhi Puto palaza Panglima GAM Menyerukan Kepada Seluruh Mahasiswa Untuk berorganisasi di tengah Kota Metropolitan Dengan Era modernisasi Pengaruh Global yang membuat Mahasiswa Terpengaruh dan Terlena Dalam Zona Nyaman dengan Sarana prasana yang di siapkan Sehingga Mahasiswa Tetseret Oleh Zaman Membuat Acuh Tak Acuh Untuk Fokus Belajar dan Mengkritisi Penerintah Ketika ada kebijakan yang Tidak Pro Terhadap Rakyat berdasarkan Amanah Pancasila dan UUD 1945.Tuturnya

Kata Panglima GAM Adhi puto palaza “Jika Hatimu bergetar melihat penindasan dan Jiwamu berontak pada ketidak Adilan Maka Kau Adalah Kawanku” Adalah Bahasa Yang di lontarkan Ketika pancasila dan UUD 1945 Tak Terlihat di depan Mata Seluruh Rakyat Indonesia Membuat Mereka pro aktif dalam mengontrol Kebijakan di Tengah lemahnya Amanah Konstitusi yang di jalankan Pemerintah saat ini,” tutupnya. (**)