Wa Lampu Ungkap Nama dan Pusara Orang Tua BJ Habibie

26 Februari 2017 17:35
Tampak kedua Pusara orang tua presiden ketiga RI, BJ Habibie yang diklaim Wa Lampu, berada didaerah ini.

SIDRAP, INIKATA.com – Wa Lampu (80), kakek asal Sidrap, tiba-tiba membuat pengakuan yang mengejutkan banyak pihak. Dia membeberkan tentang kehidupan masa kecil mantan presiden ketiga BJ Habibie yang tercatat pada sebuah buku rahasia yang kondisinya sudah usang.

Buku yang ditulis dalam bahasa bugis itu, tersimpan dalam sebuah kotak kayu kecil yang diperlihatkan Wa Lampu, yang beralamat disebut dusun terpencil di Kelurahan Massepe, Kecamatan Teluk Limpoe, Sidrap, Sabtu (25/2/2017) kemarin.

Dengan perlahan, kakek yang penglihatannya sudah rabun itu, membuka kotak kayu kecil yang dibungkus tas berwarna abu-abu yang didalamnya tersimpan rapi kondisinya sudah mulai usang terbangun kain berwarna hitam.

Wa Lampu mulai mengisahkan tentang maksud dan kandungan isi buku tersebut yang dianggapnya sangat rahasia. “Buku ini, saya dapatkan dari almarhum kakek saya, mantan Kepala Kampung Madallo, Puang Mamma tahun 1961 silam,”kata Wa Lampu mengisahkan.

Menurutnya, buku yang baru saja dibukanya itu, mengisahkan tentang kehidupan BJ Habibie di masa kecil. Termasuk siapa nama serta dimana lokasi perkebunan kedua orang tua BJ Habibie dikebumikan.

“Pak Habibie itu dilahirkan di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, Sidrap. Ibunya bernama I Carabibi, sedang bapaknya bernama Puang Sayye’ (Panggilan bagi orang Arab),” tuturnya.

Bahkan untuk meyakinkan kisah itu, Wa Lampu mengajak dua orang wartawan untuk melihat langsung lokasi pemakaman Puang Sayye’ dan I Carabibi yang dianggapnya merupakan orang tua kandung BJ Habibie itu.

Salah satu lokasi di sebelah selatan Desa Lise, Sidrap, tepat di bawah pohon mangga besar, kakek tersebut menunjuk sebuah makam tua yang diklaimnya pusara milik Puang Sayye’

Selanjutnya , Wa Lampu juga menunjukkan sebuah makam tua, terletak di bawah pohon kenari besar tak jauh dari Danau Sidenreng, di Kelurahan Wettee, Sidrap. Lagi-lagi, Wa Lampu mengklaim Pusara itu milik I Carabibi.

Kedua pusara itu, kata Wa Lampu, kerap diziarahi warga. Namun, kata dia, tak seorang pun yang mengetahui jika pusara yang ada di dua lokasi berbeda itu, rupanya pusara milik kedua orang tua Habibie.

Entah betul atau tidak, kedua pusara yang diklaim Wa Lampu itu milik kedua orang tua BJ Habibie. Namun, kakek berperawakan tinggi besar itu, tetap meyakininya sesuai keterangan yang tertera di dalam buku rahasia miliknya.

Yang mengejutkan, Wa Lampu mengaku jika BJ Habibie dimasa kecil, pernah diasuh oleh ibu Wa Lampu. Itu terjadi disaat ibu BJ Habibie, I Carabibi telah meninggal dunia, selanjutnya diasuh oleh neneknya di Parepare.

Sayangnya, penuturan Wa Lampu itu, tidak sedikit warga menyangsikan cerita kakek itu. Pasalnya, sangat kontradiktof dengan kisah hidup BJ Habibie yang selama ini kita tahu melalui riwayat hidup sebelumnya.

Selama ini, paparnya, ibunnda BJ Habibir, diketahui bernama Raden Ayu Tuti Marini Puspowardojo. Wanita itu berasal dari Yogjakarta yang meninggal tahun 1990 silam. Begitupun ayah BJ Habibie bernama Alwi Abdul Jalil Habibie. Pria turunan arab berasal dari Gorontalo yang meninggal dunia di Makassar, tahun 1950 silam. (**)