Kisah Wanita Rantau di Makassar, Ditolak Kerja, Pijat Alat Vital Lelaki Jadi Solusi

2 Maret 2017 22:40
Ilustrasi. Foto: Ist

MAKASSAR, INIKATA.com– Sebut saja dia Monic (24) (nama samaran) yang hidup sebatang kara ditengah keramaian Kota Makassar, dia memiliki asa untuk bekerja, namun, kenyataan berkata lain, dia terpaksa menceburkan dirinya dalam dunia hitam ala perkotaan.

Berawal dari kala itu, Monic menawarkan jasanya melalui akun media sosialnya, hingga penulis mencoba menelusuri praktek “esek esek” yang dilakoni monic pada 24 Februari 2017 lalu.

Baca Juga: Penari Telanjang Yang Malang, Liukkan Tubuh Demi Si Buah Hati

“jika ingin pijak secara ekonomis dengan bayaran Rp 100 ribu awal, maka saya siap lakukan dengan memijat alat vital (Onani) sampai air spermanya keluar. itu memiliki aturan tersendiri, tidak pake sex. Jika berminat silahkan datang kealamat dan jika anda tak ingin silahkan delete pertemanan,”ajak Monic dalam sebuah pesan singkat di Media sosial.

Kesepakatan menjadi akhir dari chat itu, hingga pertemuan terjadi, tak banyak tanya, monik yang berambut pirang itu lalu mengajak masuk ke kamar.”Saya siapkan kamar, lesion untuk memijat alat vital kamu, sampai dengan spermannya keluar,” kata Monic dengan lancang dan bergairah.

Baca Juga: Teater “Aku Perempuan” Mengangkat Sisi Kehebatan Wanita

Rasa canggung seketika merebah, membuat sangsi dalam hati saat Monic mulai merabah dan menyuruh membuka pakaian, beruntung, suasana canggung itu pecah saat suara mulus Monic terdengar merdu,”Saya hanya ingin menafkahi diri sendiri, demi makan, bayar kost yang setiap bulan saya bayar Rp1,8 juta,” Ucap Monic memulai pembicaraan.

Dia bercerita saat masa awalnya di Tanah daeng, Monic hidup antah berantah, tidak menetap, namun berdomisili di Kecamatan Tamalanrea, Hingga memiliki indekos di bilangan Jalan Faisal, Kecamatan Rappocini.

Kisah gadis kelahiran Sulawesi Tengah (Sulteng) ini di Kota Makassar, diawali dengan asa yang memuncak untuk mencari kerja, asa itu perlahan terkikis saat dirinya ditolak berbagai perusahaan tempat ia mengajukan lamaran.

Hingga akhirnya, jalan kelam nan hitam itu di pilihnya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, jasa pijat alat vital lelaki menjadi fikiran yang bersarang dikepalanya, sebagai solusi keberlangsungan hidupnya.

Kehidupan Monic lalu berubah secara drastis, Monic hidup berleha leha, seolah ingin membalas dendam penderitaan di masa lalu, indekos Monic yang saat ini ditinggalinya saja seharga Rp 1,8 Juta perbulan.(**)