Ini Soppeng Bung..!

25 Maret 2017 19:41
Direktur Konsultan Nurani Strategic, Nurmal Idrus

Diperlukan seorang pemimpin daerah yang inovatif dan berani mengambil terobosan untuk mengatasi kelemahan sumber dayanya. Seorang kepala daerah tak boleh menyerah dengan segala keterbatasan potensi wilayahnya. Tak hanya sekedar berpangkutangan sambil berharap ada tambahan pasokan pada dana transfer yang dikirim pemerintah pusat untuk menjalankan pemerintahannya.

Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak punya cara unik dan inovatif untuk mengatasi kendala keterbatasan sumber daya yang ada pada daerah ini. Ia sadar bahwa Soppeng punya posisi yang kurang strategis dan untuk itu sulit mengajak lebih banyak orang untuk datang dan membelanjakan uangnya. Ya, cara unik itu adalah dengan memperbanyak event di daerahnya.

Lihatlah apa yang dilakukannya dalam sepekan ini di Soppeng. Dalam rangka memperingati kelahiran daerah penghasil beras ini yang ke 756, ia menggelar banyak event yang kemudian menarik ribuan orang berkunjung ke Soppeng. Sabtu (25/3/2017), hampir 2.000 pencinta motor trail memadati Kota Watansoppeng. Kota yang kecil ini jadi sesak selama dua hari ini. Suasana makin ramai karena bukan hanya motor trail yang datang, tetapi juga ratusan penggila mobil offroad ambil bagian untuk mengikuti event La Temmamala Offroad, Minggu (26/3).

Jadilah tak ada yang tersisa di Soppeng dalam sepekan ini. Hotel-hotel terpaksa menambah kamar, restoran dan warung makan kehabisan stok, warung kopi yang tak kuat menampung pengunjung, penjual makanan kaki lima yang menyerah melayani perrmintaan pembeli.

Stok air minum kemasan di semua gerai mini market dan penjual kelontong kecil nyaris tak bersisa. Penduduk kota dan sekitarnya pun terkena imbas. Kamar-kamar rumah mereka diubah menjadi home stay. Ibu-ibu membuat dapur umum untuk melayani permintaan peserta event yang tak bisa lagi dilayani rumah makan. Milyaran rupiah tumpah dari ribuan orang yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Hebatnya, sang Bupati tahu bagaimana agar rogohan kocek peserta tak hanya terkonsentrasi di kota. Ia membuat jalur balap dan offroad melewati wilayah-wilayah pedesaan. Bupati kemudian mendorong warganya menjual berbagai keperluan peserta, mulai dari air kemasan, makanan, bensin hingga ada yang mendirikan bengkel dadakan untuk membantu motor peserta yang rusak.

Berapa uang yang berputar sepekan ini di Soppeng?. Tak sulit untuk menghitungnya. Total keseluruhan peserta adalah 2.000 orang yang ditambah tim support official mereka yang mencapai 1.000 orang. Taruhlah setiap orang menghabiskan Rp 1.000.000,- maka tak kurang dari Rp 3 miliar uang yang beredar dalam dua hari terakhir di Soppeng. Itu angka minimal.

Jika mau menghitungnya dari total semua event, maka tak kurang dari Rp 30 miliar uang berputar selama sepekan ini. Pameran pembangunan yang digelar sepekan di Stadion HA Wana menyedot ribuan pengunjung setiap malam. Sebelumnya ada event gelar budaya yang digelar Badan Promosi Pariwisata dan juga acara Malam Mapalettu Uddani yang sukses mengajak banyak orang Soppeng dirantau pulang kampung.

Jika tahun 2016 angka pertumbuhan daerah ini mencapai 7,02 persen, maka jagan heran jika di akhir tahun 2017 catatan pertumbuhan akan melesat hingga mendekati dua digit. Sebab, Bupati Kaswadi tak berhenti disitu. iatelah merancang banyak event lain. Inovasi kepala daerah adalah kunci kesuksesan sebuah daerah. Dan, Bupati Kaswadi Razak adalah contohnya. Ini Soppeng Bung..!

Nurmal Idrus
Putra Soppeng/Konsultan