Keabadian Cinta Terlukis Pada Lekukan Rupa Bunga Abadi

26 Maret 2017 7:30
Bunga Edelweis. (foto: dok/inikata)

Bunga Edelweis, sebuah spesies tanaman endemik yang jika dipandang kasat mata terasa tak berharga, akan tetapi, bunga yang hanya ditemukan diatas pegunungan ini memiliki filosofi tentang makna cinta.

Abadi, itulah kesan utama pada bunga ini, cara mendapatkannya tidak mudah, butuh waktu, tenaga untuk mendaki dan melewati berbagai rintang serta kesulitan lainnya hanya untuk meraih bunga yang disebut Everlasting Flower atau memiliki nama latin Leontopodium.

Keabadian memang milik sang khalik, namun keabadian bunga ini menjadi hal menarik untuk diambil sebagai pelajaran hidup, sifatnya yang tak kenal suhu, waktu dan tempat untuk bisa bertahan hidup, sifat bunga ini memiliki rupa yang nyaris persis dengan makna cinta yang dipahami  kebanyakan orang.

Cinta! Kata itu menggetarkan jiwa, merontokkan waktu, suhu dan abadi sebagaimana edelweis. Cinta! Rasa haru, senang, air mata dan tawa menjadi satu dalam perjalananya, seperti rasa para pendaki yang melalui jalur curam untuk melihat edelweis.

Cinta dan Edelweis, dua entitas berbeda yang memiliki makna yang nyaris serupa, seperti saat aku mulai mencintamu dengan isyarat hujan pada awan yang menjatuhkan air ke tanah kering, dan memulai proses panjang untuk kembali ke lautan.

Hati yang tunggal akan selalu bergetar setiap engkau mengingat betapa hebat pengorbanan cinta dalam perjalanan ini.(**)