Dari Anak Petani Hingga jadi Sarjana, Dari Kandang Bebek Diubah jadi Rumah Koran

26 Maret 2017 12:53
Jamaluddin S.P.d, MM.

GOWA, INIKATA.com – Salah satu sarjana alumni UMI Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia bernama Jamaluddin S.P.d, MM yang lahir di Kanreapia 20 Agustus 1988, Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa ini berahasil merubah kandang bebek menjadi Rumah Koran dengan inisiatifnya sendiri.

Sarjana Muda yang juga seorang anak petani ini, Jamaluddin S.P.d, MM Anak ke 3 dari Lima Bersaudara dari pasangan Dg Abu dan Ibu Hudaya ini juga Pernah menjadi Dosen di Stikip Mega Rezki Makassar dan Guru di MTs, Wahyu Mandiri Sungguminasa Gowa dan juga memiliki seorang istri bernama Diana Jamal dan dikaruniai satu orang Putri bernama Arsyana Reskian Jamal.

IMG-20170326-WA0012

Jamaluddin menyebutkan Bahwa Rumah Koran ini adalah Wadah belajar baik anak petani maupun petani itu sendiri, Rumah Koran merupakan Rumah Baca Petani, di mana petani pada umumnya tidak bisa baca tulis sehingga melalui wadah Rumah Koran mereka dapat belajar mengeja, para petani bisa berlatih untuk membaca.

Rumah Koran berada di Dusun Bontolebang Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kab. Gowa.

Latar Belakang dari Lahirnya Rumah Koran adalah karena masih banyak anak petani yang putus sekolah dan masih banyak petani yang tidak bisa Baca Tulis atau buta huruf.

Rumah Koran ini merupakan bagian dari Gerakan Cerdas Anak Petani, di era globalisasi banyak alat teknologi canggih yang harus bisa digunakan oleh petani sehingga mereka di tuntut untuk bisa menggunakan teknologi tersebut , baik mesin pertanian, leptop dan hp, tujuannya adalah agar alat – alat tersebut bisa membantu petani dalam bekerja.

IMG-20170326-WA0009-1

Laptop dan hp bertujuan untuk membantu petani memasarkan produk – produk hasil pertanian mereka, olehnya itu Rumah Koran menjadi wadah yang akan mengantarkan mereka para petani menjadi petani yang berwawasan, cerdas, bisa baca tulis dan menjadi petani modern dan mampu bersaing di era global.

Rumah Koran berupaya agar Minimal petani bisa membaca SMS, mengetahui nama – nama di hp-nya dll, karena selama ini banyak petani yang menggunakan HP, hanya bisa menghapal no contak yang ada di HP mereka.

Kenapa Rumah Koran karena awalnya petani hanya memperhatikan gambar dari Koran – Koran yang dipasang di Rumah Koran,  namun secara tidak sadar kami telah mengajak mereka membaca dan mengenal huruf. Yang akhirnya petani bisa belajar baca tulis.

Di samping itu di buka kelas belajar, khusus belajar mengeja setiap hari minggu, agar petani bisa dengan segera baca tulis, agar tidak ada lagi petani yang buta huruf.

Pekerja sector pertanian di dominasi oleh lulusan SD atau tidak bisa baca tulis sehingga untuk melahirkan inovasi baru pertanian kadang lambat dalam mengejar ketertinggalan. Sehingga melalui Rumah Koran di harapkan mampu mengubah pola pokir petani agar mereka mau menyekolahkan anak mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

Jamaluddin Abu 20170326_103306

Rumah Koran Lahir dari kondisi Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo pao Kab, Gowa yang masih minim tingkat pendidikan penduduknya, pernikahan dini dan silariang (kawin Lari) yang masih tinggi.

Rumah Koran menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Rumah Baca Anak Petani, Taman baca Anak Petani, Iqra Diniyah Anak Petani dan Sekolah Alam Anak Petani semuanya di rangkum ke dalam Program Gapoktan Butta Gowa yakni Gerakan Cerdas Anak Petani, kegiatan – kegiatan ini berjalan sejak tahun 2014 hingga sekarang.

Dengan peserta didik dari Anak Petani yang putus sekolah, masih sekolah dan petani yang tidak bisa Baca Tulis.Rumah Koran mempunyai tujuan mencerdaskan anak bangsa, menghapus buta Aksara khususnya buta huruf PETANI. (**)